https://coeboecell.files.wordpress.com/2012/01/man_eating_money.jpg?w=236

 

Wanita mana yang tidak kebat-kebit hatinya ketika bertemu pria tampan dan simpatik? Tentunya, perhatian si dia bisa bikin hati berbunga-bunga. Namun, bagaimana jika di balik sikapnya yang memesona, dia malah sedang ‘menguras’ kantong Anda alias dia ini adalah Cowok Matre.

Menurut Cherie Carter-Scott dalam bukunya ‘If Love is a Game, These are the Rules’, ada beberapa tanda yang bisa Anda kenali untuk mendeteksi pria materialistis alias matre.

Ini Dia Ciri-ciri Cowok Matre:

1. Awalnya tidak pelit
Tipe pria matre ini awalnya memang tergolong royal. Pada awalnya dia menghujani Anda kiriman bunga, cokelat, dan benda-benda unik. Tentunya, Anda bisa luluh pada godaan pria romantis itu.

Pria jenis ini pintar melakukan berbagai cara untuk menaklukkan wanita. Sifat matre-nya baru akan kelihatan kalau wanita yang diincar sudah berhasil didapat.

2. Penampilan gaya
Sebagai wanita, sebaiknya mengenal baik pria seperti apa yang sedang mendekati Anda. Jangan mudah tertarik pada penampilan saja, sebab biasanya pria matre itu penampilannya bergaya. Untuk mengenalinya juga bisa dilihat dari cara dia memilih teman dan pasangan. Coba perhatikan, siapa-siapa saja temannya atau mantan-mantannya. Apakah selama ini ia hanya bergaul dengan kalangan jetset saja atau tidak.

3. Banyak alasan pada saat mau membayar sesuatu
Pria matre biasanya enggan mengeluarkan uang dari kocek sendiri untuk keperluan pasangannya. Dan, kondisi semacam ini berlangsung terus-menerus. Ciri lainnya, mereka terlalu berhitung alias pelit, tapi bisa royal untuk kesenangannya sendiri. Mereka juga tidak punya rasa sungkan untuk meminta sesuatu dari sang kekasih.

Tapi, benarkah seorang pria matre adalah seratus persen sosok ‘tanpa hati’ yang cuma melirik isi dompet wanita? Ada kemungkinan si pria matre sungguh-sungguh jatuh hati pada kekasihnya, tapi juga sekaligus mengambil keuntungan materi darinya.

Lantas, bagaimana bila Anda sudah kepincut dengan pria tipe ini? Saran Cherie, cobalah ungkapkan masalah keuangan ini padanya. Tahapan selanjutnya adalah melakukan negosiasi.

Ada pun negosiasi bisa dilakukan melalui tindakan. Misalnya, Anda yang biasanya murah hati, tiba-tiba menolak jika dia meminta sesuatu. Atau, biasanya ringan mentraktir, jadi mulai hitung-hitungan. Yang biasanya mudah memberi hadiah, dihentikan dulu untuk sementara. Lakukan berulang kali agar ia menangkap isyarat pelan-pelan, tapi ‘menusuk’ dari Anda. Cara semacam itu lumayan jitu untuk mengukur kesungguhan cintanya.

Jika si dia belum tobat juga dari matre-nya? Apa boleh buat, Anda harus berani mengambil keputusan untuk hidup Anda. Sebelum telanjur terlibat jauh, lebih baik segera tinggalkan saja. Karena, banyak kasus konflik suami-istri yang berakhir pada perceraian, bersumber dari masalah keuangan.